Kegiatan OPTIMIS oleh TBM Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Sabtu, 12 Maret 22

Keterampilan initial assesment dan sport injury merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Karena itu, TBM (Tim Bantuan Medis) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan kegiatan OPTIMIS (Open Recruitment Tim Bantuan Medis FK USK) 2022, yang bertujuan untuk merekrut anggota baru TBM FK USK. Optimis memiliki beberapa tahapan yaitu sosialisasi, pengumpulan berkas pendaftaran, tes tulis, tes wawancara, dan tes fisik TBM FK USK.

Kegiatan dibuka dengan Training Initial Assessment, Sport Injury dan Focus Group Discussion (FGD) yang disampaikan oleh dr. Meilya Silvalila Sp.EM pada tanggal 12 Maret 2022. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta mengikuti edukasi dalam kelompok kecil dan melakukan simulasi training initial assessment hingga sport injury. Peserta juga diberikan pretest maupun postest untuk mengukur tingkat pemahaman.

Selain itu, rangkaian acara lainnya adalah tes tulis dan wawancara yang dilakukan via Zoom Meeting pada tanggal 13 Maret 2022. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan soal tes tulis dan melakukan wawancara. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman dan kepribadian serta karakteristik peserta, sebelum menjadi seorang Rangers TBM FK USK. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 95 orang.

“Mahasiswa kedokteran bukanlah sekadar pelajar, akan tetapi memiliki peran sebagai agent of health, agent of development, dan agent of change. Agar mampu menolong masyarakat luas dan meningkatkan derajat kesehatan, mahasiswa kedokteran harus sigap dan bersedia kapanpun untuk menolong orang lain. Karena itu, diperlukan sebuah wadah yang dapat mendukung dan memfasilitasi mahasiswa kedokteran agar dapat mengembangkan ilmu dan kemampuannya.”, ujar Muhammad Abid Farras selaku Ketua Panitia OPTIMIS TBM FK USK 2022.

Melalui OPTIMIS, TBM FK USK berharap ketika suatu saat ini kita dihadapkan oleh suatu keadaan darurat, mahasiswa kedokteran dapat memahami langkah pertolongan medis dasar dan mampu melakukan initial assessment maupun pertolongan pada sport injury untuk meminimalisir angka fatalitas yang mungkin terjadi.