Home Pages FAKULTAS KEDOKTERAN GELAR ORASI ILMIAH OLEH MENTERI KESEHATAN RI DALAM RANGKA MILAD KE 37

FAKULTAS KEDOKTERAN GELAR ORASI ILMIAH OLEH MENTERI KESEHATAN RI DALAM RANGKA MILAD KE 37


30 April 2019 | by Admin Fakultas Kedokteran | Unsyiah

Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK Unsyiah) menggelar kegiatan Orasi Ilmiah dalam rangka Milad FK Unsyiah yang ke 37 bertajuk “Profesi Kesehatan: Harapan dan Tantangan di Era 4.0” yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI Prof. DR. Dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M (K) di Multipurpose Hall, Gedung MIPA Universitas Syiah Kuala

Orasi ilmiah diawali dengan pembukaan sidang terbuka oleh Dekan FK Unsyiah Prof. DR. Dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH. Dalam penyampaiannya, saat ini FK unsyiah telah melahirkan dokter dan psikolog yang kaliber nasional maupun internasional. Di umurnya yang Ke-37 tahun ini, Fakultas Kedokteran berkomitmen akan terus menjaga mutu pendidikan guna meningkatkan daya saing lulusannya. Dekan juga turut mengundang Menteri kesehatan untuk dapat menjadi Keynote Speaker pada Acara Forum Nasional Gizi Oktober mendatang

Turut juga Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. DR. Samsul Rizal, M.Eng., Sc menyampaikan bahwa Universitas siap mendukung terlaksanananya pelayanan kesehatan melalui meningkatkan kualifikasi dan kompetensi Sumber Daya Manusia. Rektor juga menyambut dengan hangat kedatangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam memberikan Orasi Ilmiah pada Milad Ke-37 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Pada Orasinya Menteri Kesehatan RI menyampaikan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan harus dengan pemikiran kreatif dan inovatif sesuai dengan NAWACITA yang kelima dalam rangka membangun pemahaman publik tentang hidup sehat yang berlandaskan Human Capital Index. Pemanfaatan IT sangatlah penting untuk meningkatkan mutu pelayanan dalam rangka meningkatkan kompetensi kesehatan masyarakat sehingga tercapainya pelayanan kesehatan yang terintegrasi (Interprofesional Collaboration).

Beliau menyampaikan solusi untuk masalah kesehatan Indosesia saat ini melalui 7 dimensi mutu yaitu efektif, efisien, tepat waktu, aman terintegrasi, adil dan berfokus pada pasien. Tutut juga disampaikan olehnya tentang cara membangun paradigma sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sesuai inpres No. 01 tahun 2017. Pada akhir pemaparannya Nila berharap generasi muda insan kesehatan yang lahir khususnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah kuala dapat menjadi agent of change guna menata pembangunan kesehatan Indonesia yang lebih baik.