PPDS-1 Ilmu Bedah

Sejarah

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK UNSYIAH) didirikan sebagai respon terhadap pemenuhan tenaga kesehatan dalam bidang bedah baik di dalam Aceh maupun di luar Aceh.

Pada tahun 2003 Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK UNSYIAH telah mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan Pendidikan Program Studi Ilmu Bedah yang diampu oleh Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK USU dengan peserta didik berjumlah 2 orang, saat ini Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK Unsyiah sudah mandiri sejak 24 November 2010 dengan SK pendirian Men.Dik.Bud.RI NO.195/D/O/2010.

Berbagai upaya pengembangan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK Unsyiah telah dilakukan dengan menambah jumlah lulusan, mengirimkan staf dan menambah sarana dan prasarana pendidikan. Saat ini Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK UNSYIAH telah memiliki ruang kuliah yang memadai, perpustakaan, skill lab laparoscopy, sudah mengakses e-learning untuk kelancaran pendidikan. Fasilitas kamar operasi juga semakin ditingkatkan sesuai dengan peningkatan status RSUDZA yang terakreditasi A. Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK UNSYIAH telah mengikuti kurikulum sesuai dengan Silabus dan Kurikulum Nasional Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Kolegium Ilmu Bedah Indonesia 2015.


Visi

"Menjadi Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis-I Ilmu Bedah yang menghasilkan Dokter Spesialis Bedah yang profesional, berwawasan global dan unggul dalam penanggulangan bencana pada tahun 2020"


Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan berdasarkan Kurikulum Kolegium Ilmu Bedah Indonesia dengan penguatan kurikulum lokal di bidang penanggulangan bencana.

2. Mengembangkan Penelitian IPTEK di bidang Ilmu Bedah yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

3. Membantu menyelesaikan berbagai pemasalahan masyarakat dalam bentuk pengabdian spesialistik bedah, terutama dalam penanggulangan bencana.

4. Mengembangkan kerjasama di tingkat nasional dan internasional di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.



-
-
-

KEGIATAN-KEGIATAN PADA PPDS

KEGIATAN AKADEMIK:

Kursus-kursus Bedah Dasar (10 hari): Basic Surgical Skills Courses (Versi The Royal College of Surgeons of Edinburgh) Kursus Perioperatif Kursus Nutrisi Perioperatif (LLL- ESPEN) Kursus stoma dan perawatan luka Kursus USG FAST.

Presentasi/publikasi Ujian Nasional I (Bedah Dasar ) Presentasi/publikasi hasil penelitian di Semester V Ujian Nasional II (Bedah Lanjut)  Sidang Proposal Penelitian Tesis Presentasi/publikasi hasil penelitian.


KEGIATAN NON-AKADEMIK

Bimbingan dan Konseling      

Pembimbingan dan konseling akademik dan non akademik untuk seluruh peserta didik Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK Unsyiah.

Setiap peserta didik dapat mengkonsultasikan berbagai kendala yang dihadapinya baik dari segi akademik dan non akademik kepada dosen pembimbing akademik yang bersangkutan, kemudian jika tidak dapat ditangani maka dosen wali dapat merujuk peserta didik yang bersangkutan ke Ketua/Sekretaris Program Studi. Selanjutnya akan diselesaikan sesuai kebijakan KPS/SPS. Bila dirasa perlu, maka permasalahan peserta didik, akan dimusyawarahkan dalam rapat rutin bagian. Bila permasalahan juga tidak dapat diselesaikan,  maka KPS akan menyampaikan permasalahan pesera didik kepada Pusat Pelayanan Psikologi dan Konseling (PPPK) di tingkat Universitas, dan sepengetahuan Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unsyiah. Staf PPPK terdiri atas psikolog dan psikiater. PPPK merupakan wadah memberi bantuan psikologis kepada para mahasiswa yang punya masalah akademik, pribadi, ataupun keluarga. Bimbingan konseling ini diberikan secara bebas biaya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan layanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik berjalan cukup baik,dan dapat diselesaikan di tingkat program studi tanpa harus merujuk ke PPPK di tingkat universitas. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling ini telah berjalan secara efektif, diukur dengan terselesaikannya sebagian besar permasalahan yang dialami oleh peserta didik selama menjalani pendidikan. Permasalahan yang pernah dihadapi antara lain permasalahan psikologis, keluarga, ekonomi, attitude, serta permasalahan akademik. Diharapkan dengan terus berlangsungnya kegiatan bimbingan dan konseling ini, angka kelulusan tepat waktu dapat dicapai secara optimal.


Pembinaan softskills  

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah FK Unsyiah telah melakukan sejumlah pembinaan soft skills terhadap peserta didik, di antaranya adalah:

-  Kegiatan kerohanian di Masjid Raudhatul Jannah RSUDZA

Kegiatan kerohanian ini merupakan upaya program studi membangun karakter peserta didik, dengan bekerja sama dengan Badan Kemakmuran Masijd Raudhatul Jannah. Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain adalah:

a. Pengajian atau ceramah agama rutin setiap hari rabu setiap pekannya yang dihadiri oleh peserta didik, dan disesuaikan dengan jadwal akademik.

b. Kegiatan rutin Ramadhan, seperti buka puasa bersama, tarawih, dan ceramah khusus bagi seluruh peserta didik di program studi, bersama dengan seluruh elemen RSUDZA.

c. Kegiatan safari dakwah, yang dilakukan oleh pihak Masjid Raudhatul Jannah, melibatkan peserta didik dan pihak internal dan eksternal RSUDZA. Kegiatan safari dakwah ini dilakukan untuk meretas dakwah islam di daerah perbatasan, sekaligus melakukan pelayanan kesehatan cuma-cuma bagi masyarakat.  

Setelah dilakukan kegiatan kerohanian diharapkan peserta didik tetap dapat mengutamakan kewajiban keagamaan dalam setiap kegiatan pendidikan.


-  Bimbingan Bahasa Inggris

Kegiatan pembimbingan bahasa inggris dilakukan setiap pekannya selama 2x50 menit, dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris peserta didik, yang mendukung pengembangan kemampuan diri agar memilki daya saing tinggi. Hasilnya adalah kemampuan bahasa inggris peserta didik terus meningkat.

Setelah dilakukan bimbingan Bahasa Inggris memberikan peningkatan terutama dalam hasil TOEFL pada 22 orang peserta didik yang awalnya dibawah 450 dapat mencapai diatas 450. Selain itu kemampuan komunikasi saat morning report dan komunikasi dengan mahasiswa asing yang stase di Bagian Bedah pada tahun 2015 dan 2016 lebih interaktif.


-  Pembentukan leadership bagi setiap peserta didik

Peserta didik akan diberikan kesempatan secara bergiliran selama masa pendidikan untuk bertugas sebagai chief. Hal ini melatih kematangan leadership para peserta didik, dengan mengelola permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi sesama peserta didik, maupun dengan staf pengajar. Hasilnya, permasalahan-permasalahan internal peserta didik umumnya dapat diselesaikan dengan baik, dan proses pendidikan dapat berjalan tanpa kendala yang berarti.


Dokumentasi EVENT:

1. Kegiatan Kuliah Pakar Urologi



2. Kegiatan 65th Continuing Orthopaedic Education of Indonesia Orthopedic Association (IOA) Aceh



3. Acara Pembukaan IOA Aceh



4. Operasi AV Shunt di Pidie Jaya



5. Kegiatan Sirkumsisi Massal AKMK 2017




Foto Kegiatan:

Kegiatan Pembacaan Karya Akhir


Kegiatan Pembacaan Karya Akhir


Kegiatan Pembacaan Karya Akhir


Kegiatan Ujian Board Aceh 2018


Kegiatan Ujian Board Aceh 2018


Kegiatan Ujian Board Aceh 2018


Kegiatan Ujian Board Aceh 2018


Kegiatan Ujian Board Aceh 2018


Trainer Development Workshop


Trainer Development Workshop


Ujian Wawancara CPPDS Bedah Unsyiah


Ujian Wawancara CPPDS Bedah Unsyiah


Wawancara CPPDS Bedah Unsyiah


Informasi:

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Prodi PPDS-1 Ilmu Bedah
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala