Sejarah Fakultas Kedokteran


Keinginan masyarakat Aceh untuk adanya Fakultas Kedokteran di Aceh sudah ada sejak lama. Sebagai Ketua Presidium Universitas Syiah Kuala, Drs. Marzuki Nyakman merupakan yang pertama mencetuskan perlunya Fakultas Kedokteran di jajaran Universitas Syiah Kuala, diwujudkan dengan mengeluarkan Surat Keputusan No. 2411/Unsyiah/UP-1964 tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran dalam lingkungan Universitas Syiah Kuala. Ketua panitia T. Oesman Jacob (Walikota Banda Aceh pada waktu itu) dan H. Zaini Bakri (Bupati Aceh Besar) sebagai wakil ketua. Panitia ini belum mampu mewujudkan Fakultas Kedokteran di Universitas Syiah Kuala karena banyak persyaratan yang belum dipenuhi, diantaranya Rumah Sakit Umum Banda Aceh belum memenuhi syarat mendidik calon dokter, kurangnya pendanaan dan berbagai fasilitas, sarana dan prasarana lainnya masih menjadi hambatan, di pihak lain Universitas Syiah Kuala masih berusia relatif muda.


Menteri Kesehatan RI menaruh perhatian yang besar terhadap adanya Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Hal ini sesuai dengan surat untuk Panglima Komando Antar Daerah (KOANDA) seluruh Sumatera di Medan, tanggal 3 Oktober 1967 No. Kab/BCH/249/67, meminta KOANDA agar membantu menyiapkan pembangunan RSU Banda Aceh menjadi Rumah Sakit Pendidikan (Teaching Hospital). Karena keadaan politik dan faktor penunjang lainnya yang belum memadai pada waktu itu, maka panitia belum dapat meneyelesaikan tugasnya.


Ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Daoed Joesoef melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Aceh tanggal 11 Juni 1979, beberapa tokoh masyarakat, Pemerintah Daerah, DPRD dan Majelis Ulama meminta agar Menteri bersedia memberikan fasilitas dan prioritas untuk adanya Fakultas Kedokteran di Daerah Istimewa Aceh. Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dapat menyetujui dan membantu pelaksanaanya.



10

 



Tahap pertama untuk mewujudkan ide tersebut, Gubernur / KDH Istimewa Aceh Prof. A. Majid Ibrahim dengan Surat Keputusan No. 412.5/321/1979 tanggal 23 Juni 1979, membentuk Badan Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Dewan penasehat adalah Gubernur dan Muspida lainnya, sebagai Ketua ditunjuk Muhammad Hasan Basri (Sekwilda Daerah Istimewa Aceh), Wakil Ketua I Prof. Dr. Ibrahim Hasan (Rektor Universitas Syiah Kuala) dan Wakil Ketua II dr. Yuliddin Away, Sekretaris dr. Nek Muhammad (Direktur RSU Banda Aceh), Bendahara dr. Kamaruzzaman, sebagai Pembantu Umum merangkap anggota yaitu Drs. Karimuddin Hasybullah, dr. Ridhwan Ibrahim, Sp.B., dan dr. T. Makmur Mohd Zain, SKM.


Hasil kerja badan ini dituangkan dalam Buku Laporan Tentang Persiapan Pendirian / Pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh tahun 1979. Laporan ini diserahkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta pada awal Agustus 1979. Sebagai langkah selanjutnya, Direktorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan membentuk Tim Evaluasi Pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dengan Surat Keputusan No. 028/Dj/Kep/79, tanggal 2 Oktober 1979. Laporan Tim pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi disampaikan bulan November 1979.


Pada bulan Januari 1980, Konsorsium Ilmu Kedokteran dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menetapkan Program Pengembangan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala segera terwujud dan Rektor Universitas Syiah Kuala dengan Surat Keputusan No. 20 tahun 1980, tanggal 14 Mei 1980 membentuk Tim Inti Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Kemudian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Surat Keputusan No. 0217/0/1980 tanggal 27 Agustus 1980, menugaskan Universitas Syiah Kuala dan Konsorsium Ilmu Kedokteran untuk mempersiapkan Pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.


Pada tahap awal yaitu tahun 1980, 1981, dan 1982 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala bekerjasama dengan beberapa Fakultas Kedokteran Universitas negeri lainnya seperti Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Fakultas Kedokteran


11

 



Universitas Diponegoro, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Adapun bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dalam rangka pengembangan calon Staf Pengajar dan proses seleksi calon-calon mahasiswa untuk dididik di Fakultas Kedokteran pada Fakultas Kedokteran yang telah disebutkan diatas, dengan status titipan belajar untuk kemudian diharapkan akan menjadi calon staf akademik Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.


Sebagai realisasi dari SK No. 0217/0/1980 tersebut, pada hari jadi Universitas Syiah Kuala ke XIX tanggal 2 September 1980 di Gedung DPRD Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Daoed Joesoef menandatangani Piagam Peresmian Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Pada saat yang sama Badan Persiapan Pembukaan Fakultas Kedokteran Banda Aceh menyerahkan Fakultas Kedokteran kepada Universitas Syiah Kuala.


Berdasarkan SK No. 0217/O/1980 di atas, Rektor Universitas Syiah Kuala membentuk Panitia Persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala melalui Surat Keputusan No. 05 Tahun 1981 tanggal 19 Februari 1981, bersamaan dengan pencabutan kembali Surat Keputusan Presidium Universitas Syiah Kuala No. 2411/Unsyiah/Up/1964, tanggal 10 Nopember 1964 dan Surat Keputusan Rektor No. 20 Tahun 1980, tanggal 14 Mei 1980.


Pada tanggal 1 April 1982, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Daoed Joesoef menyampaikan Keputusan Presiden RI No. 16 Tahun 1982 tentang Susunan Organisasi Universitas Syiah Kuala yang diantaranya menyatakan bahwa Universitas Syiah Kuala terdiri dari antara lain Fakultas Kedokteran.


Pada Tahun 1982 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menempati gedung Akademi Pemerintahan Dalam Negeri di jalan T. Nyak Arief, kemudian pada tahun 1986 pindah ke gedung Biro Rektor yang berada di Jalan Tgk. Chik Pante Kulu dan pada tahun 1988 Fakultas Kedokteran telah memiliki bangunan seluas 4389 m2 yang sekarang terletak di jalan Tgk Syech Abdul Rauf Darussalam - Banda Aceh, yang dibangun diatas areal seluas 61.650 m2, sedangkan gedung kuliah yang berada di Kompleks RSU dr. Zainoel Abidin memiliki luas sekitar 725 m2 .





12

 



Selama perkembangannya, FK Unsyiah memiliki beberapa Program Studi yaitu 1). Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD), 2). Program Studi Profesi Dokter, 3). Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK), 4). Program Studi Ilmu Kedokteran Gigi (PSKG), 5). Psikologi. Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) didirikan sebagai upaya memenuhi hasrat seluruh masyarakat di Provinsi Aceh dan umumnya menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa, baik calon mahasiswa yang berasal dari dalam maupun dari luar Provinsi Aceh. Dalam menghadapi berbagai permasalahan kesehatan, pemerintah telah merencanakan berbagai upaya baik berupa pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat sehingga tercapai tujuan pembangunan di bidang kesehatan yang sejalan dengan paradigma baru pendidikan tinggi.


Program Studi Ilmu Pendidikan Dokter merupakan salah satu dari program studi yang sangat aktif di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Keaktifan tersebut dapat dinilai dari peningkatan jumlah mahasiswa yang mendaftar dan yang diterima setiap tahun akademik, demikian pula dengan peningkatan jumlah staf pengajar yang dibutuhkan. Sesuai dengan rencana pengembangannya, peningkatan jumlah dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama dalam hal pengembangan staf pengajar telah dilakukan sejak awal berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala sampai saat ini. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan kualifikasi akademik staf pengajar yang telah memperoleh gelar Professor 3 orang, Doktor 4 orang, Master 24 orang, Dokter 41 orang, Dokter Spesialis 65 orang, Dokter Spesialis Konsultan 7 orang, Dokter Gigi Spesialis 2 orang, Dokter Gigi 3 orang dan Sarjana (S-1) lainnya 15 orang. Hingga kini secara berkelanjutan beberapa Staf Pengajar sedang mengikuti pendidikan lanjutan, dengan kualifikasi Doktor (PhD), Master, Dokter Spesialis, dan Dokter Spesialis Konsultan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.


Pada tahun 1999, melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan kebudayaan RI Nomor 298/DIKTI/Kep/1999 menetapkan bahwa Program Studi Ilmu Keperawatan pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala resmi didirikan Tahun perdana penerimaan dimulai pada tahun 1999/2000 melalui seleksi khusus (Program PSIK-A) yang diadakan oleh Universitas Syiah Kuala. Penerimaan mahasiswa baru PSIK FK mulai tahun 2000


13

 



melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Penerimaan mahasiswa Program B (latar belakang pendidikan Diploma III Keperawatan) dimulai sejak tahun ajaran 2000 melalui seleksi khusus yang diadakan oleh Universitas Syiah Kuala. PSIK-Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menerapkan Kurikulum Nasional Pendidikan Ners dan kurikulum muatan lokal yang terdiri atas dua tahap program pendidikan yaitu Program Pendidikan Akademik dan Program pendidikan Profesi yang merupakan satu kesatuan yang akan menghasilkan tenaga perawat professional atau Ners. Tiga belas tahun kemudian (tahun 2013), Dirjen Pendidikan Tinggi menetapkan bahwa Program Studi Ilmu Keperawatan menjadi Fakultas Keperawatan melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 2649/E. E2. 2/KL/2013.


Pada Januari 2003 Fakultas Kedokteran mulai merintis pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis-I (PPDS-I) pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Beberapa bidang ilmu tersebut adalah Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Saraf, Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Ilmu Bedah, Ilmu Bedah Ortopedi dan Anestesiologi dengan pembina FK USU, FK UI dan FK Unhas.


Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala memperoleh Akreditasi B pada September 2005, dengan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 016/BAN-PT/AK-IX/S1/IX/2005, tentang hasil dan peringkat akreditasi program studi untuk program sarjana (S1). Dengan akreditasi ini diharapkan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dapat bersaing secara global.


Program Studi Kedokteran Gigi (PSKG) adalah program studi yang lahir berikutnya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan penerimaan mahasiswa perdana dilaksanakan pada tahun 2006 oleh Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, baru pada tahun 2007 seleksi melalui SPMB. Kurikulum yang diterapkan pada Program Studi Kedokteran Gigi adalah Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi (KBK) dengan metode Problem Based Learning (PBL) dengan pembina FKG UI Jakarta. Pada tahun 2013, melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI





14

 



Nomor1272/E.E1./KL/2013 menetapkan bahwa Program Studi Kedokteran Gigi menjadi Fakultas Kedokteran Gigi.


Pada tahun 2007 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala membuka Program Studi Psikologi yang mulai menerima mahasiswa baru tahun 2007. Program studi ini dalam pembukaannya terlaksana atas kerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta.


Dalam penerapan kurikulum di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala mulai tahun 1982 sampai dengan Agustus 2006, masih menggunakan KIPDI II yang berorientasi pada teacher-centered, dengan menggunakan sistem kredit semester, yang membutuhkan waktu pendidikan selama 6 tahun (12 semester).


Mulai 4 September 2006 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menerapkan kurikulum baru bagi mahasiswa angkatan tahun ajaran 2006/2007 yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia - III (KIPDI III). Untuk implementasi KIPDI III disusun kurikulum Fakultas yang disahkan oleh Senat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Lama studi dengan KBK ini 11 semester (5,5 tahun) yang terdiri dari tahap akademik 7 semester (3,5 tahun) dan tahap profesi 4 semester (2 tahun). Proses pembelajaran KBK menggunakan metode PBL.

Mulai Juli 2013 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala menerapkan revisi kurikulum 2006 yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2013 sebelum Implementasi disahkan oleh Senat FK Unsyiah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2013, lama pendidikannya sama dengan Kurikulum 2006, proses pembelajarannya tetap Problem Based Learning, hanya persentase perkuliahan lebih ditingkatkan pada Kurikulum KBK 2013.

Pada tahun 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis THT-KL, Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi, Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi dan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak .

Pada tahun 2017 Fakultas Kedokteran Univesitas Syiah Kuala membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, Program Pendidikan Dokter Spesialis Kardiologi. Dan pada tahun 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala berencana akan membuka Program Magister (S2) Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kesehatan Komunitas, Program Magister (S2) Tropikal Medicine, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata, Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Plastik